mari bersyukur, ucapkan alhamdulillah. setiap orang punya warna, dan setiap warna itu indah
(Source: sayingimages)
Setiap bulan di komplek tempat aku tinggal, selalu diadakan pengajian bulanan ibu-ibu. Yap pengajian bulanan ibu-ibu pondok sukmajaya permai. Bulan maret lalu RT 06 yang menjadi panitia penyelenggaranya. Ibu RT datang ke rumah ku, ngobrol dengan ibu. Ternyata aku ditugaskan menjadi MC acara tersebut. Ada komisi menarik. Acaranya juga semi formal. Oke tak apalah aku menerima tawaran tersebut.
Pada hari H, jenjeng, namanya juga pengajian ibu-ibu, maka isinya semuanya ibu-ibu. Kecuali aku ya, aku kan belom ibu-ibu, aku jadi paling muda disana. Pak Ustadz pengisi acaranya telat, nah itu yang susah, sebagai MC aku harus bisa bikin acara supaya ibu-ibu ga bubar dan tetap di tempat menanti kedatangan ustadz. Supaya waktunya bermanfaat, maka ada baiknya jika digunakan untuk tadarus al qur’an kan? Kemudian kami tilawah al qur’an bersama surat ar-rahman. Alhamdulillah tak lama setelah selesai dibaca surat ar rahman, pak ustadz datang.
Ternyata ustadznya masih muda, ganteng. Beliau datang mobilnya pajero putih. Kontan ibu-ibu langsung sumringah menyambut kedatangan ustadz muda kece tersebut. Dasar ibu-ibu ya. Beliau membawakan suatu ceramah. Aku iseng mencatat, nah ini isi ceramahnya:
Taukah bahwa kita pernah berdiri di hadapan Allah, kita bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan kita.
Taukah bahwa sebenarnya kita ini adalah mahkluk langit? Sebelum kita dilahirkan, diturunkan ke dunia dimanakah kita berada? Seperti apakah wujud kita yang sebenarnya saat itu? Pernah kah memikirkan itu?
Mari kita membahas tentang tazkiyatun nafs.
Tazkiyatun Nafs, dalam bahasa Indonesia artinya pembersihan jiwa. Nafs adalah diri kita yang sejati, diri kita yang sebenarnya. Adapun jasad kita, badan kita, hanyalah kendaraan kita untuk beribadah kepada Allah. Tanpa nafs apalah arti badan ini, karena tanpa nafs raga kita tidak bisa berbuat apa-apa.
Pada usia 4 bulan dalam kandungan ibunda kita, ruh kita ditiupkan. Apa itu ruh? Ruh adalah energi, cahaya yang sangat halus, jiwa kita. Jiwa berasal dari alam cahaya.
Taukah bahwa saat solat kita sedang menyerap cahaya Allah. Kenapa kita perlu membuka hati dan pikiran kita? Agar hati dan pikiran kita tidak gelap. Bukalah, maka cahaya Allah akan masuk menerangi disana.
Saat di alam barzah nanti, nafs kita dibersihkan, sehingga nafs kita dapat kembali kepada Allah. Yang Allah lakukan bukanlah menyiksa kita. Allah hanya membersihkan nafs kita karena kita telah tercemari oleh kehidupan dunia.
Membersihkan jiwa, jangan menunggu ketika kita berada di alam berzah sana. Membersihkan jiwa juga dapat dilakukan ketika kita masih hidup di bumi. Allah membersihkan jiwa kita dengan memberikan berbagai cobaan kepada kita. Cobaan bukan hanya hal yang membuat kita bersedih namun juga hal yang membuat kita senang. Mampukah kita menjadi orang yang taat kepada Allah, mampukah kita menjadi orang yang bersyukur.
Jangan sampai kita terlarut kepada kehidupan dunia yang sementara ini dan mengorbankan kehidupan kita setelahnya. Maka bermuhasabahlah, kita yang paling tahu apa penyakit hati kita. Ubahlah keburukan kita selagi kita masih diberi kesempatan.
Bagaimana agar kehidupan dunia kita tidak lalai dari Allah? Sederhana saja, segala aktivitas kita harus didasarkan pada niat beribadah kepada Allah. Perbanyaklah aktivitas ibadah yang dapat menumbuhkan ketaqwaan kita, contohnya berdzikir dan mengaji.
Manusia seringkali sulit meluangkan waktu untuk berdzikir setelah solat, mengaji satu lembar al qur’an saja setiap hari, bangun sejenak di sepertiga malam untuk bertahajud kepada Allah. Manusia seringkali disibukan dengan segala kegiatan dunia. Padahal dunia sudah dijamin oleh Allah. Namun kita kadang menyibukan diri pada sesuatu yang sebenarnya sudah dijamin oleh Allah seperti sibuk mencari rezeki dan mencari jodoh.
Pintu taubat masih terbuka. Taubat itu bukan cuma untuk orang yang bermaksiat tetapi taubat adalah kewajiban untuk orang yang bertaqwa.
Jiwa kita sejatinya terbuat dari cahaya. Itulah mengapa kita dapat bertemu dengan malaikat di alam kubur, karena malaikat sendiri terbuat dari cahaya. Itulah mengapa orang yang bertaqwa dijanjikan masuk surga karena hanya cahayalah yang mampu menembus langit menuju surga Allah.
Baiklah. Mari kita membersihkan jiwa kita. Selamat ber-tazkiyatun nafs.
ugh dedek kecil. imut banget ci. minta dicium&dipeluk banget. i love baby :)
(Source: despiertamecuandotodoacabe)
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let’s start giving
There’s a choice we’re making
We’re saving our own lives
It’s true we make a better day
Just you and me
Extraverted (E)
Expressive, outgoing, prefer group activities, eager to speak their minds, more comfortable when around other people than when alone, get energized by social interaction
Sensing (S)
Observant, rely on their senses, absorbed in practical matters, focus on what has happened
Feeling (F)
Sensitive, follow their hearts, keep feelings close to the surface, focus on harmony and cooperation
Perceiving (P)
Probing, prefer keeping their options open, reluctant to commit, relaxed about their work, seek freedom
Aku Melihat Indonesia
puisi karya: Bung KarnoDjikalau aku melihat gunung-gunung membiru
Aku melihat wadjah Indonesia
Djikalau aku mendengar lautan membanting di pantai bergelora
Aku mendengar suara Indonesia
Djikalau aku melihat awan putih berarak di angkasa
Aku melihat keindahan Indonesia
Djikalau aku mendengarkan burung perkutut di pepuhunan
Aku mendengarkan suara Indonesia
Djikalau aku melihat matanja rakjat Indonesia di pinggir djalan
Apalagi sinar matanja anak anak ketjil Indonesia
Aku sebenarnja melihat wadjah Indonesiaind-one-sia
Saat aku tak paham maksud Allah, aku memilih percaya.
Ketika aku tertekan oleh kekecewaan, aku memilih bersyukur.
Saat rencana hidupku berantakan, aku memilih berserah.
Dan ketika putus asa melingkupi, aku memilih tetap maju dan berdoa.
Apapun yang terjadi saat ini, aku tetap percaya, bersyukur, dan bergerak.
Karena Allah sedang merajut yang terbaik untukku.